Cara Hemat Kuota di Tengah Pandemi Corona

Cara Hemat Kuota di Tengah Pandemi Corona

Adakah tips menghemat kuota internet karena jujur selama pandemi begini jadi lebih boros kuota karena harus WFH. (Bambang)

Jawaban:

Benar, saat pandemi ini, banyak terjadi problem di jaringan internet negara kita karena penggunaan data yang lebih masif pada waktu-waktu tertentu, yang biasanya disebabkan karena naiknya konsumsi video meeting, video streaming, baik untuk Work from Home atau School from Home.

Saat kita bekerja di kantor, meeting dilakukan tatap muka, dan koneksi internet biasanya disediakan oleh kantor. Sekarang kuota internet harus ditanggung sendiri, apalagi mereka yang juga mempunyai anak-anak usia sekolah, jadi dalam satu rumah akan menggunakan data internet yang lebih banyak.

Sebagai gambaran, dalam 1 jam video call atau meeting, misalnya menggunakan aplikasi Zoom yang ditenggarai paling hemat dalam menggunakan data, 1 jam meeting dua orang dengan resolusi 720 atau HD akan menghabiskan kira-kira data 1 GB, dan kalau internetnya kencang dan gambar lebih bagus di 1080 atau FHD, akan menghabiskan kuota 1.6 GB.

Jumlah kuota data yang digunakan akan semakin besar jika yang dilakukan adalah grup meeting, kualitas video HD akan menghabiskan 1.35 GB per jam , dan melonjak ke 2.4 GB untuk kualitas FHD. Jadi jika kita sehari group meeting 1 jam saja dari senin sampai jumat, kira-kira dalam 1 bulan akan membutuhkan kuota data hanya untuk zoom meeting ini sebanyak 30 GB, belum keperluan yang lain.

Apalagi selain video conference, di rumah kita akan ada lebih banyak waktu untuk menonton layanan seperti YouTube dan video on demand. Dalam 1 jam menonton Youtube kualitas 720, akan menghabiskan data 1.5 GB, dan video on demand/streaming sekitar 1.3GB. Paket internet selular, misalnya dari Telkomsel dengan kuota 14GB, harganya 300 ribu rupiah. Jadi kalau mengandalkan internet dari kartu selular, butuh biaya lumayan besar.

Bagaimana caranya memperkecil penggunaan internet? Biasanya orang disarankan untuk mengecilkan resolusi video streaming atau video call, efeknya kuota lebih irit, tapi tidak akan banyak, sedangkan gambar yang dihasilkan tidak bagus.

Kemudian bisa juga memasang add on blokir terhadap iklan yang muncul saat browsing, bisa menghemat, tetapi juga tidak akan banyak.
Cara yang lebih baik, menetapkan kira-kira berapa besar kuota yang akan kita habiskan dalam 1 bulan selama pandemi per orang untuk kebutuhan WFH, browsing, menonton Youtube, streaming lagu dan film, dan lain sebagainya.

Misalnya didapat kebutuhan 60 GB per bulan untuk anda sendiri. Maka bisa coba mencari paket alternatif dari provider yang bagus atau cukup bagus penerimaannya di rumah, sekaligus menawarkan paket yang lebih terjangkau.

Tetapi kalau anda tidak sendiri di rumah, masih ada anggota di rumah juga yang membutuhkan internet, setelah biaya internet lewat kartu selular melebihi 300 ribu rupiah, ada baiknya memasang WiFi internet di rumah, karena rata-rata provider yang menyediakan layanan internet di rumah, bisa didapat dengan biaya 200-300 ribu per bulan untuk kecepatan 10-20 Mbps.

Biasanya penyedia layanan WiFi internet tidak membatasi penggunaan kuota, tetapi ada beberapa penyedia juga memberlakukan FUP, atau Fair Usage Policy, dimana ketika batas kuota terlampaui, maka kecepatan internet akan diturunkan, seperti misalnya IndiHome paket 10 Mbps memiliki FUP 200-300 GB, dan FUP ini akan lebih tinggi saat kita memilih paket internet yang lebih kencang, tetapi tentu saja lebih mahal biayanya.

Kecepatan internet setelah FUP dilewati, biasanya hanya bagus untuk chat atau browsing saja, tidak akan terpakai untuk video call. Beberapa provider internet WiFi lain tidak memiliki FUP ini, jadi benar-benar memberikan unlimited data. Untuk itu kita bisa coba cari tahu, di daerah kita bisa dipasang provider internet yang mana dengan googling, dan mengontak provider yang penawarannya sesuai kebutuhan kita.

Oh ya, salah satu saran, untuk kepentingan WFH berupa video conference, kalau bisa menggunakan provider internet yang menawarkan kecepatan seimbang antara download dan upload atau sering disebut satu banding satu, karena kita butuh melihat lawan bicara dan juga kebalikannya.

Kebanyakan video conference sering berjalan tidak mulus, karena salah satunya provider internet hanya menyediakan kecepatan download yang tinggi, tetapi kecepatan upload hanya sepersepuluhnya.

Sumber : Inet Detik