site stats
Kejahatan kini kian marak salah satunya kejahatan melalui sebuah media sosial untuk menjebak korban. Media sosial yang kini marak menjebak korban yaitu akun twitter abal-abal. Penipu membuat akun yang benar-benar mirip dengan akun aduan resmi untuk mengecoh seorang korban. Akun twitter abal-abalan akan mencari akun twitter korban yang berisi berupa keluhan.

Awas! Akun Layanan Konsumen di Medsos Berkedok Penipuan. Begini Cara Menghindarinya

Kejahatan kini kian marak salah satunya kejahatan melalui sebuah media sosial untuk menjebak korban. Media sosial yang kini marak menjebak korban yaitu akun twitter abal-abal. Penipu membuat akun yang benar-benar mirip dengan akun aduan resmi untuk mengecoh seorang korban. Akun twitter abal-abalan akan mencari akun twitter korban yang berisi berupa keluhan.

Akun twitter abal-abal biasanya merespon para akun korban yang memiliki banyak keluhan dan biasanya akun abal-abalan tersebut menyamar sebagai akun lembaga resmi ddan menawarkan proses laporan melalui via whatsapp, setelah itu pelaku menggiring para korbannya untuk meminta kode OTP, mengirimkan foto kartu ATM, hingga akhirnya bisa menguras isi rekeningnya,  sehingga banyak para korban yang terjebak sampai ada yang mentransfer uang ke akun twiter penjahat tersebut.

Lalu bagaimana cara menghindari penipuan-penipuan berkedok layanan konsumen di medsos? Berikut caranya akan disampaikan:

Cermatilah akun

Supaya terhindar dari penipuan-penipuan yang ada di media sosial, maka cermati akun para penipu menggunakan username akun yang sangat mirip dengan akun resmi dari lembaga yang ditirunya. Bukan hanya nama, melainkan foto profil pengguna akun dan gaya bahasa juga dibuat semirip mungkin agar korban terjebak. Selanjutnya cermati dulu akun yang akan dikirimi aduan baik lewat pesan maupun mention. Jika ingin menghubungi untuk melakukan pengaduan pada layanan resmi melalui media sosial, maka carilah akun yang memiliki centang biru

Jangan tertipu dengan akun yang sangat mirip

Supaya tidak terttertipu dengan akun abal-abalan maka sebagai pemilik akun twitter yang cerdas perhatikanlah username, foto profil, dan bahasa yang sering digunakan. Apabila akun layanan resmi biasanya akan mengarahkan pelapor apabila ada pengaduan agar menghubungi layanan call center secara langsung. Jika di arahkan untuk menghubungi meda sosial lain seperti whatsapp maka perlu untuk dicurigai.

Jangan memberikan foto kartu ATM atau OTP

Para penipu biiasanya menjebak para korbannya dengan meminta kode OTP untuk mengakses aplikasi mobile banking, setelah itu meminta foto kartu ATM. Padahal  layanan resmi tidak akan meminta kode OTP ataupun meminta uang yang ditransfer.

Jangan langsung asal transfer

Para korban yang terkena tipu oleh pelaku biasanya terhasut dengan rayuannya. Beginilah seribu cara penipu untuk menghasut korbannya supaya korban melakukan transfer. Apabila ada pelayanan dengan menamakan lembaga resmi jangan dipercaya jika meminta untuk ditransfer, karena pelayanan dari lembaga resmi biasanya tidak meminta biaya ketika pelanggannya mengajukan suatu aduan.

Jika korban ditelfon oleh para pelaku kejahatan sebaiknya ditemani, jangan di biarkan, karena biasanya penipu akan menghasut an sampai menghipnotis para korbannya untuk menuruti kemauannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *