site stats
Perusahaan Facebook mengatakan bahwa mereka berhasil menghapus 99,5 persen konten tentang eksploitasi anak. Konten-konten yang dihapus tersebut termasuk konten pelecehan, kekerasan, hingga aktivitas seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut Hawkes sebagai Kepala Kebijakan Keamanan Facebook Asia-Pasifik dalam sebuah acara diskusi soal keamanan Faceboo, aplikasi facebook mampu menemukan dan menghapus 99,5 persen konten yang berisi konten eksploitasi anak, bahkan sebelum konten tersebut dilaporkan oleh pengguna.

Penasaran Cara Facebook Hapun Konten Kekerasan Anak? Begini Caranya

Perusahaan Facebook mengatakan bahwa mereka berhasil menghapus 99,5 persen konten tentang eksploitasi anak. Konten-konten yang dihapus tersebut termasuk konten pelecehan, kekerasan, hingga aktivitas seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut Hawkes sebagai Kepala Kebijakan Keamanan Facebook Asia-Pasifik dalam sebuah acara diskusi soal keamanan Faceboo, aplikasi facebook mampu menemukan dan menghapus 99,5 persen konten yang berisi konten eksploitasi anak, bahkan sebelum konten tersebut dilaporkan oleh pengguna.

Semenjak Facebook berdiri, konten yang berisi eksploitasi anak, menjadi suatu hal yang selalu diberantas oleh Facebook. Dikarenakan anak-anak merupakan pihak yang paling rentan di dunia maya. Maka dari itu, Facebook member syarat bagi pengguna dalam penggunan aplikasi tersebut akun yang dibuat paling tidak berusia 13 tahun ketika akan membuat akunnya.

Facebook juga memberikan kebijakan tambahan khusus akun anak di bawah umur, misalnya fitur berbagi lokasi yang secara otomatis dimatikan oleh Facebook. Demi melindungi pengguna di bawah umur, Facebook juga menginvestasikan miliaran dollar guna mengembangkan teknologi pendeteksi untuk mendekteksi konten-konten yang mengeksploitasi anak.

Teknologi pendeteksi konten tersebut memiliki beberapa fungsi. Pertama, teknologi tersebut memiliki fungsi untuk menguji laporan-laporan yang serius, termasuk konten eksploitasi anak. Kedua, teknologi ini secara langsung membantu Facebook untuk mendeteksi unggahan baru yang mungkin berportensi berisi konten eksploitasi anak. Namun jika terdeteksi, teknologi ini akan bisa menemukan konten tersebut dan secara otomatis akan menghapusnya.

Akan tetapi, jika ada konten eksploitasi anak yang luput dari deteksi teknologi tersebut, Hawkes meminta supaya pengguna Facebook secara proaktif langsung melaporkannya. Demikian, konten tersebut tidak akan menjadikan sebuah konsumsi pengguna lainnya. Teknologi ini juga memungkinkan Facebook untuk bisa mendeteksi akun-akun yang berinteraksi di luar kewajaran dengan akun pengguna yang sedang berada di bawah umur. Hal ini mengapa dilakukan? Ya, gunanya meminimalisir terjadi percobaan tindak eksploitasi pada anak.

Facebook juga bekerja sama dengan pihak yang berwenang di seluruh dunia untuk memerangi adanya eksploitasi pada anak. Facebook biasanya mengumpulkan informasi soal eksploitasi anak untuk selanjutnya diserahkan kepada Pusat Nasional Anak Hilang & Tereksploitasi (NCMEC) supaya bisa ditindaklanjuti.

Menurut Hawkes NCMEC nantinya akan melaporkan konten tersebut kepada pihak yang berwenang untuk diproses penyelidikan. Selain itu, Facebook juga bekerja sama dengan perusahaan lintas industri, di bidang riset hingga solusi inovasi teknologi, untuk menjaga komitmennya memerangi eksplotasi anak di dunia maya. Demikian facebook mampu menkadi sebuah tempat yang lebih aman bagi pengguna di bawah umur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *