site stats
Waspadai gejala corona pada anak dan waktu yang tepat untuk Isoman

Waspadai gejala corona pada anak dan waktu yang tepat untuk Isoman

Virus corona tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. dr. Fawzi Mahfouz dari Rumah Sakit Al-Sadaqa mengatakan, anak yang terinfeksi corona biasanya tidak menunjukkan gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan.
Dia mengatakan tidak ada gejala khusus yang terlihat pada anak-anak. Secara umum, gejala yang paling umum adalah batuk dan demam tinggi. Namun gejala lain seperti pilek, lemas, sesak napas, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kejang otot merupakan gejala COVID-19 pada anak.

Pada anak-anak yang dipastikan mengidap COVID-19, tingkat keparahannya tidak terlalu tinggi, kecuali jika anak tersebut memiliki penyakit penyerta. Jika anak terjangkit COVID tanpa gejala atau gejala ringan, maka perlu dilakukan isolasi mandiri. Isolasi dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ke orang-orang di daerah tersebut.

Baca Juga :   Pengawal Paus Fransiskus di Vatikan Positif COVID-19

Ia mengatakan dalam Simposium Publik Seri 3 online, “Pedoman Isolasi Mandiri Ibu Hamil, Bayi dan Anak dengan Covid-19, Rabu (14/1/2020), 2021/7.

Persyaratan anak ditetapkan oleh d. Di bawah ini adalah penampilan dari latihan Isoman yang diajarkan oleh Fawzy

  • Gejala asimtomatik/ringan
  • Anak aktif bisa makan dan minum
  • Saturasi oksigen >95%
  • Tidak ada sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Rumah atau tempat Isoman memiliki ventilasi yang baik
Baca Juga :   Jika Benar Indonesia Masuk Resesi, Apa harus takuti?

 

dr. Fawzy melanjutkan, untuk anak-anak yang tidak menunjukkan gejala, periode manik adalah 10 hari sejak pengambilan apusan. Namun, jika seorang anak memiliki gejala ringan atau sedang, periode yang sama adalah 10 hari ditambah 3 hari setelah gejala hilang.

Selama periode mania, pendamping harus mendorong dan menghibur anak agar dia tidak menjadi stres. Juga, pastikan Anda memiliki termometer dan oksimeter di rumah untuk memantau kondisi anak Anda secara teratur. Waspada jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti berikut ini:

  • Bayi banyak tidur atau kurang sadar
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • cocok
  • saturasi turun
  • mata merah
  • Demam lebih dari 7 hari
  • mata cekung
  • kurang buang air kecil
  • tidak ingin makan atau minum
Baca Juga :   Mengapa Robot Sophia di Poduksi Massal?

Jika anak menunjukkan salah satu tanda bahaya di atas, segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya untuk perawatan lebih lanjut. Pengasuh yang seimbang diharapkan selalu menggunakan protokol kesehatan dan menjaga kestabilan emosi anak agar tidak stres saat sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *