site stats
Penyebab Lampu Rem Berwarna Merah dan Sein Warna Kuning

Penyebab Lampu Rem Berwarna Merah dan Sein Warna Kuning

Sebagai pemilik kendaraan baik itu mobil maupun motor pasti akan menemukan lampu rem dan lampu sein. Namun, pernahkah Anda memikirkan mengapa kedua lampu ini khusus berwarna merah dan kuning?
Tentu ada alasan khusus memilih dua warna tersebut sebagai penanda lampu rem dan lampu sein. Pemilihan warna tersebut untuk memenuhi faktor keamanan saat berkendara di jalan raya.

Mengutip berbagai sumber, pengaturan warna lampu rem dan lampu sein sudah diatur dalam undang-undang. Berdasarkan Konvensi Wina 1949 yang mengatur aturan di jalan raya, pilihan warna merah dan kuning diubah sesuai dengan kemampuan mata manusia untuk melihat.

Dengan demikian, mata manusia normal dapat melihat spektrum warna dengan panjang gelombang 400 hingga 700 nanometer. Kemudian warna merah dipilih sebagai lampu rem karena memiliki panjang gelombang yang cukup panjang antara 630 hingga 760 nanometer.

Sedangkan warna kuning atau jingga dipilih untuk lampu sein karena memiliki panjang gelombang spektrum yang panjang dari 590 hingga 620 nm.

Kedua warna ini dipilih terakhir karena dapat meningkatkan respon pengemudi ketika mobil di depan Anda berhenti atau ingin berbelok. Selain itu, jika terjadi pengereman mendadak, pengemudi dapat mengambil tindakan pencegahan secepat mungkin.

Penggunaan dua warna ini sangat efektif dalam mengurangi kecelakaan di jalan raya. Menurut sebuah studi oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya AS (NHTSA), penggunaan lampu sein kuning mengurangi risiko kecelakaan sebesar 5,3% di Amerika Serikat.

Ini termasuk tabrakan kendaraan dari belakang ketika kendaraan hendak berbelok ke kiri atau kanan, menyatu dengan lajur ketika masuk dari persimpangan, mengubah lajur, dan masuk atau keluar dari tempat parkir.

Namun, aturan penggunaan lampu sein juga berbeda-beda di setiap negara. Salah satu contohnya di Amerika Serikat, sejumlah pemilik mobil menggunakan lampu sein berwarna merah yang disamakan dengan lampu rem.

Penggunaan lampu sein merah sesuai dengan aturan keselamatan berkendara dan dianggap legal. Biasanya pengendara menggunakan lampu sein merah karena lebih murah dan terlihat lebih estetis saat dinyalakan.

 

Aturan Penggunaan Lampu Kendaraan di Indonesia

Sedangkan di Indonesia, pengaturan mengenai lampu kendaraan dijelaskan dalam PP 55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 48 Ayat 3 yang berkaitan dengan sistem penerangan dan perangkat dimmable.

Berikut aturan penggunaan lampu mobil di Indonesia:

  1. Lampu dekat berwarna putih atau kuning muda.
  2. Lampu jarak jauh utama berwarna putih atau kuning muda.
  3. Lampu arah berwarna kuning tua, dengan cahaya berkilauan.
  4. Lampu rem berwarna merah.
  5. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda.
  6. Lampu status belakang berwarna merah.
  7. Dimmable putih atau kuning muda, kecuali untuk sepeda motor.
  8. Lampu tanda nomor kendaraan bermotor di belakang berwarna putih.
  9. Lampu peringatan bahaya berwarna kuning tua, dengan lampu berkedip.
  10. Lampu batas dimensi mobil, putih atau kuning muda, untuk kendaraan dengan lebar lebih dari 2.100 mm, maju, dan merah saat mundur.
  11. Alat yang memantulkan cahaya merah, yang diletakkan di sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *