Jika Benar Indonesia Masuk Resesi, Apa harus takuti?

Jika Benar Indonesia Masuk Resesi, Apa harus takuti?

Beberapa lembaga dan sejumlah tokoh memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami resesi. Namun, menurut Pithra Visa Hastiadi, seorang ekonom di Universitas Indonesia (UI), Indonesia tidak perlu terlalu khawatir jika resesi benar-benar terjadi.

Alasannya, menurut Phithra, adalah resesi ekonomi yang cenderung didekati Indonesia karena faktor eksternal, yaitu krisis kesehatan yang disebabkan oleh epidemi Co-19, yang kemudian menyebar ke kegiatan ekonomi.

Fithra percaya bahwa potensi resesi ekonomi di Indonesia tidak akan menyebabkan depresi hebat atau depresi ekonomi, seperti yang terjadi di sejumlah negara dari 1928 hingga 1939.

Krisis ekonomi global atau krisis ekonomi adalah suatu kondisi jika krisis ekonomi terjadi dalam periode waktu yang lebih lama. Sementara stagnasi ekonomi adalah suatu kondisi jika pertumbuhan ekonomi negara tumbuh negatif dalam dua kuartal pada tahun yang sama.

Selain itu, menurut Fithra, dasar dari krisis ekonomi global itu sendiri merupakan masalah mendasar. Sementara sekarang ini bukan masalah besar.

“Ini berarti kita juga tidak perlu takut pada resesi. Resesi ini bukan karena guncangan utama yang datang dari dalam. Tetapi faktor eksternal, yaitu” si coved itu sendiri. ”

Namun, Fithra menekankan bahwa Indonesia dapat tetap berhati-hati tentang transaksi saat ini dengan Co-19, yang pada akhirnya dapat menyebar ke ekonomi Indonesia.

Fithra menegaskan bahwa Indonesia pada awalnya akan memudahkan berurusan dengan Co-19. Karena ekonomi akan pulih secara bertahap jika berurusan dengan Co-19 dapat ditangani dengan benar.

Jika Indonesia berhasil meredakan Covid-19 dengan baik dan Indonesia menerima vaksin Virus Corona pada tahun 2021, perekonomian akan segera pulih secara otomatis.

“Jika kita berada dalam resesi yang tidak kita takuti, pengangguran aman atau ada peningkatan pengangguran. Paling buruk, ada 20 juta orang yang menganggur yang dapat melanjutkan kembali ketika ekonomi pulih,” katanya.