Belajar Tatap Muka Waktu Pandemi, Ini Syaratnya

Belajar Tatap Muka Waktu Pandemi, Ini Syaratnya

Amandemen empat peraturan menteri tersebut mengatur agar daerah yang berada di zona kuning bisa dibuka kembali satuan pendidikannya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Einoun Naim, dalam conference call mengumumkan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Makarem mengatakan empat kesepakatan harus dipenuhi.

Pertama, persetujuan pemerintah provinsi (Pemda) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan kedua, persetujuan kepala sekolah (setelah sekolah mematuhi protokol kesehatan yang ketat), ketiga, persetujuan orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah, meskipun sekolah belajar dalam satu waktu. Ikuti tatap muka. Keempat, persetujuan orang tua siswa.

Aplikasi pendidikan juga diterapkan secara bertahap. Jumlah siswa harus 30-50% dari tingkat siswa untuk setiap semester. Untuk SD, SMP, SMA dan SMK dengan standar awal 28 sampai 36 siswa per kelas akan disediakan 18 siswa kedepan.

Namun untuk sekolah swasta yang semula 5-8 siswa, ada 5 siswa per kelas. Untuk PAUD, standar awal diturunkan dari 15 siswa per kelas menjadi 5 siswa per kelas.

Dengan kebijakan détente ini, diharapkan 43 persen siswa dan guru yang berada di wilayah kuning dan hijau dapat memulai pembelajaran pribadi. Namun, siswa dan guru di wilayah oranye dan merah tetap perlu belajar dari rumah.

Secara khusus, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang membutuhkan pembelajaran praktis diizinkan untuk bersekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, kata Ainoun.

Pembukaan kembali unit pengajaran untuk implementasi pribadi harus dilakukan secara bertahap. Untuk modul pendidikan umum mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK, pengajaran yang dipersonalisasi dilakukan dengan total 30 hingga 50 persen dari kapasitas kelas. Untuk Sekolah Swasta (SLB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) / Taman Kanak-kanak (TK) maksimal jumlah siswa per kelas adalah 5 siswa.

Sekolah medresen dan pesantren di kawasan hijau dan kuning sudah bisa membuka asrama dan belajar tatap muka sejak masa transisi. Kapasitas perumahan internal untuk sejumlah siswa kurang dari atau sama dengan 100 selama periode transisi bulan pertama 50%, dan bulan kedua 100% dan berlanjut hingga 100% selama periode reguler baru. Untuk asrama dengan siswa lebih dari 100, 25 persen di bulan transisi pertama dan 50 persen di bulan kedua, lalu masuk periode reguler baru di bulan ketiga, 75 persen dan 100 persen di bulan keempat.

Ainoun mengatakan pemantauan ketat oleh pemerintah pusat dan daerah serta kelompok kerja yang menangani Covid-19 akan terus memantau kemajuan dalam penerapan kebijakan ini.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan satgas yang menangani penyebaran Covid-19 akan terus memantau dan mengevaluasi secara berkala. Jika ada tanda-tanda tidak aman atau Aynoun mengatakan: ‘Warna area berubah, sekolah harus ditutup.’”

Daftar Isi

Kata Kunci Populer

baixar musica zouk antilhanasbaixar musicas zouk antilhanasbaixar musicas zouk antilhanas recentes